Beranda Headline Nasmoco Pertahankan Toyota sebagai Market Leader di Atas 30%

Nasmoco Pertahankan Toyota sebagai Market Leader di Atas 30%

BERBAGI

Di tengah tekanaan yang dialami industri otomotif yang berdampak pada menurunnya pasar, Nasmoco Group sebagai diler resmi Toyota di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta tetap mempertahankan posisinya sebagai market leader sampai dengan bulan November 2019 dengan penguasaan pasar di atas 30%.

Penguasaan market share Toyota justru meningkat bila dibandingkan dengan periode yang sama 2018. Kesuksesan ini tidak lepas dari pencapaian positif sejumlah produk andalannya, seperti New Avanza, New Fortuner, All New Rush, New Innova, New Alphard dan New Hiace yang menguasai market untuk segmennya masing-masing dan justru mengalami pertumbuhan market share di beberapa bulan terakhir 2019 ini. Peningkatan ini juga didukung atas kedekatan Nasmoco dengan masyarakat dan komitmen memberikan layanan terbaik bagi pelanggan di Jawa Tengah & DIY melalui 24 Cabang VSP-BP [vehicles, service, part & body paint] dan 2 Toyota Outlet Service Station [TOSS] serta didukung 14 Sales and Service Station [SSP].
“Kita patut bersyukur, karena di tengah penurunan pasar otomotif di Jateng dan DIY, Nasmoco justru mampu mempertahankan posisi market leader. Hal ini tentunya tidak terlepas dari sejumlah produk baru Toyota yang diluncurkan tahun ini, promo penjualan yang menarik hingga inovasi layanan untuk aftersales. Sehingga kami optimis bisa menutup tahun ini dengan market share di atas 30%,” jelas Fatrijanto, selaku Managing Director Nasmoco Group.

Nasmoco Group semakin optimistis mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader otomotif di Jateng dan DIY terlebih menyusul angin segar yang menyebutkan adanya kenaikan 2,5% tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) yang baru diberlakukan di DKI Jakarta menjadi 12,5% mulai 11 Desember 2019 ini.
Kenaikan tarif BBN-KB juga akan berlaku di Jawa Timur mulai 2 Januari 2020. Kenaikan tarif BBN-KB di kedua provinsi tersebut menyusul pemberlakuan tarif 12,5% yang telah diberlakukan di provinsi Jawa Barat sejak 1 April 2019.

“Dengan kenaikan BBN-KB di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur, membuat harga otomotif di Pulau Jawa ini fair dan semakin kompetitif, karena tidak ada selisih harga yang terlalu signifikan. Calon pelanggan tidak perlu lagi memperbandingkan harga di Jawa Tengah & DIY dengan harga di wilayah lain, bahkan pelanggan bisa memanfaatkan banyak promo dan benefit yang ditawarkan Nasmoco. Tidak hanya penjualan namun juga layanan aftersales, promo menarik hingga kemudahan sparepart,” imbuh Fatrijanto. Kiky

Facebook Comments