Beranda Headline Dynotest Ganti Roller & Pegas CVT NMAX, Terbukti Dongkrak Tenaga

Dynotest Ganti Roller & Pegas CVT NMAX, Terbukti Dongkrak Tenaga

BERBAGI

Seruput kopi instan di sore hari memang enak. Tinggal sobek bungkusnya, tuang dan tambahkan air panas. Hmmm.. sedap! Begitu juga main ‘mesin bawah’ (istilah buat oprek area CVT pada skutik) yang acapkali jadi pilihan pertama karena mudah dan cepat.Sebut saja gonta-ganti roller dengan bobot berbeda hingga pegas sekunder dari 1.000-2.000 rpm yang laris manis ditenteng pulang dari speed shop langganan.

Hasil dynotest penggantian roller dan pegas

 

Yamaha NMAX yang dibekali teknologi Variable Valve Actuation bikin durasi dan lift noken berubah sesuai putaran mesin. Berapa sih performa standar NMAX? Hasilnya di atas mesin dyno keluaran Sport Devices di Sentral Yamaha Dupak Surabaya sebesar 12,4 dk. Nadira

Tes Pegas Sekunder
Pegas sekunder yang lebih dikenal dengan sebutan Pegas CVT ini punya dimensi besar. Letaknya di antara secondary sliding sheave dan secondary fixed sheave atau puli belakang.

Kebetulan waktu sambang ke bengkelnya Om Gisik, ada pegas CVT Honda Vario 125 tercecer di tumpukan.“Secara dimensi hampir sama dengan NMAX cuma per CVT Vario 125 lebih kaku ketika ditekan, kayak pakai per CVT 1500 rpm,” ujar pebengkel berkepala plontos ini.

Berangkat dari situ OMAX penasaran dengan efek setelah pasang pegas ini.Abdul Majid, instruktur training PT STSJ yang berperan sebagai operator dyno mengatakan setelah pasang pegas itu, respon motor lebih tanggap dan rpm tengah lebih jalan.

Daripada main feeling biar dyno yang berbicara. Hasilnya power naik 0,1 dk jadi 12,5 dk, torsi naik 0,22 N.m. Bentuk grafik cenderung identik dengan kenaikan rata dari bawah hingga atas.

Apa yang dirasakan oleh Majid karena puncak tenaga bergeser lebih tinggi 137 rpm dan puncak torsi naik 245 rpm. Harga part berkode 23233-K35-V00 sebesar Rp 32.000. Lebih mahal seceng dibanding NMax.

Tes Roller
Ada 2 roller sesama skutik Yamaha yang dimensinya sama dengan NMAX yaitu Xeon dan Mio M3. Meski sama secara fisik dari segi bobot berbeda.

Bobot roller NMAX 13 gram lalu Mio M3 12 gram dan Xeon 10 gram. Roller Xeon dengan kode 44D-E7632-00 harganya paling murah sebesar Rp 7.500/biji, sedangkan Mio M3 dan NMAX sama harganya sejumlah Rp 9.000/biji.

Nah, kali ini kita mengetes roller dengan bobot lebih ringan. Harapannya puli depan atau variator ini lebih lama tertahan di posisi kecil sehingga dirasakan akselerasi lebih singkat.

Awalnya roller Mio M3 berwarna hitam dipasang hasilnya tenaga terdongkrak 0,4 dk jadi 12,8 dk sedangkan torsi turun – 0,1 N.m. Roller Xeon warnanya sama dengan Mio M3 cuma bedanya di lubang tengah bagian logam lebih gede.

Beratnya yang selisih 3 gram lebih ringan lebih yahud giring tenaga jadi 13,5 dk. Edan.. naik 1,1 dk dari standarnya tapi dibayar dengan penurunan torsi – 1 N.m.

Semakin ringan roller semakin bergeser ke rpm lebih tinggi. “Gaya sentrifugal dari roller dengan bobot lebih berat jatuhnya lebih besar untuk menekan primary sliding sheave. Belt lebih dini mengembang ke posisi besar, itulah kenapa torsinya paling gede dibanding roller yang ringan,” jelas Majid.

Roller lebih ringan mampu perbaiki bentuk grafik tenaga di rpm tengah-atas. Tenaganya lebih rata sejak 3.000 – 7.000 rpm. Coba perhatikan grafik tenaga roller standar NMax cenderung ada lembah di 7.000 – 7.500 rpm.

Tes Roller Xeon & Pegas Sekunder Vario 125Mumpung rasa penasaran lagi memuncak. Mari kita gabungkan roller Xeon dengan pegas CVT Vario 125. Siapa tahu hasilnya lebih yahud he..he.

Sayangnya ada penurunan tenaga sedikit dibanding murni adopsi roller Xeon. Tenaga jadi 13,3 dk untungnya puncak tenaga lebih rendah – 667 rpm. Torsi yang naik jadi terbesar, dari standar NMAX naik 0,42 N.m diraih pada rpm lebih rendah.

Kesimpulannya, bermodal Rp 77.000 mampu dongkrak tenaga NMAX naik 0,9 dk dan torsi 0,42 Nm. Grafik tenaga flat, respon gas dibejek ngisi terus dari bawah hingga atas. Pengen?

Facebook Comments